Serang, Jurnal Komunika
Isu tentang perlunya Perpustakaan Daerah di Banten disisipkan di acara Ode Kampung 3. Acara yang bertemakan Temu Komunitas Literasi Nusantar ini diselenggarakan oleh Rumah Dunia dan berlangsung 5 – 7 Desember 2008 di daerah Ciloang, Serang Banten.
Ketika ditemui Sabtu (6/12), Gola Gong pemilik Rumah Dunia memaparkan perihal tujuan diadakannya Ode Kampung 3 ini. Tujuannya selain untuk menumbuhkan minat baca terhadap masyarakat Banten, juga sebagai bentuk perlawanan terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) Banten yang dinilai tidak peduli terhadap fasilitas Perpustakaan Daerah (Perpusda) yang kurang memadai.
Disamping itu, kegiatan Ode Kampung 3 ini menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang peduli terhadap dunia literasi. Tempat orang-orang yang kritis terhadap Pemerintah Daerah yang dinilai tidak peduli terhadap aspirasi rakyat.
Menurut Gola Gong, Ode Kampung 3 bertujuan untuk mendeklarasikan pembangunan Perputakaan Daerah yang memiliki fasilitas lengkap dan memadai. “Seharusnya Pemda Banten membangun gedung perpustakaan yang representatif. Kalau perlu ada AC dan hotspotnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pada saat ini masyarakat Banten sudah memasuki fase reading interest (ketertarikan membaca), tetapi Pemerintah Daerah tidak memfasilitasinya dan sama sekali tidak peduli. Padahal pihak Rumah Dunia sendiri sudah mengkompromikan hal tersebut kepada Pemda Banten.
“Kami juga berniat untuk melakukan aksi besar-besaran dengan mengajak masyarakat dan mahasiswa, jika permintaan kami agar dibangun gedung perpustakaan tidak kunjung dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah setempat,” tambahnya.
Ode Kampung 3 diakhiri pada hari Minggu (7/12) dengan diselingi berkunjung ke Anyer. Sampai saat ini peserta yang datang cukup antusias dalam menghadiri kegiatan tersebut. Baik dalam acara diskusi, baca puisi, pemutaran film maupun dalam pementasan teater. (Baly Bagus)