Serang, Jurnal Komunika
Puluhan mahasiswa yang terdiri dari Front Aksi Mahasiswa (FAM) Banten, Jaringan Akar Rumput ( JARUM), dan Front Pemuda 98 melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang Kantor Gubernur Banten pada Rabu (15/10) sore.
Unjuk rasa yang diikuti oleh sebagian besar mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten ini merupakan sebagai refleksi hari jadi Banten yang kedelapan. Dalam aksi tersebut, mereka mendesak Pemerintah Provinsi Banten melakukan perubahan di bidang perekonomian, pendidikan, dan kesehatan yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat Banten.
“Pemerintah Daerah agar segera merubah perilaku dan kebijakan menjadi lebih berorientasi kepada masyarakat,” ujar Wira, salah seorang pengunjuk rasa dalam orasinya.
Sebelum aksi, massa berkumpul di Alun-Alun Kota Serang. Lantas, mereka bergerak bersama menuju Kantor Gubernur Banten. Mereka membawa bendera dan selebaran untuk dibagikan kepada masyarakat yang melintas di sekitar Kantor Gubernur Banten. Selebaran tersebut berisi tuntutan yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Banten agar dapat mengelola daerah Banten ini menjadi lebih maju, karena Banten kaya akan potensi.
Banten memiliki banyak uang yang jika digunakan dengan benar, bisa dengan cepat membuat rakyatnya sejahtera. “Aparat pemerintah harus bersikap bijak terhadap pengeluaran anggaran daerah dan elemen masyarakat harus mengawasi proses pembangunan Provinsi Banten,” ujar Arif Erlangga, koordinator aksi tersebut.
Aksi unjuk rasa yang tidak memiliki izin dari kepolisian ini hampir dibubarkan secara paksa oleh beberapa aparat keamanan dari Polres Serang. Tidak terjadi ketegangan dalam aksi unjuk rasa tersebut. Cukup disayangkan, dalam aksi kali ini tidak ada perwakilan dari Pemerintah Provinsi Banten yang keluar untuk menemui pengunjuk rasa. Setelah sekitar satu jam melakukan unjuk rasa, massa aksi membubarkan diri dengan tertib.(azwar)